Penyebaran DBD Meningkat Drastis. KEMENKES : SIAGA DBD !!




Penyakit Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh  infeksi oleh virus dengue yang dibawa oleh Nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk Aedes Aegypti aktif berkeliaran pada siang hari. Berbeda dengan nyamuk lainnya yang berkeliaran di malam hari.  

Penderita DBD akan mengalami nyeri hebat seakan- akan tulang mereka patah. Gejala yang dapat ditimbulkan dari penyakit ini adalah demam, sakit kepala, kulit kemerahan dan juga nyeri pada otot dan persendian.

Dengan intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini maka, penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pun tidak dapat dihindari. Menurut data dari Kemenkes RI, beberapa daerah terjadi peningkatan Kasus DBD seperti di Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, NTT dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menyatakan bahwa di wilayah Jawa Timur, Per bulan Januari 2019 terdapat 1.634 Kasus DBD yang 32 diantaranya meninggal dunia. Terjadi peningkatan 42 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2018. Hal ini tentu harus diwaspadai di berbagai wilayah di Indonesia mengingat penyebaran DBD terus meningkat.

Mitos Mengenai DBD :

1. Mimisan Bukan Merupakan Gejala dari Penyakit DBD

2. Jus Jambu Dapat Membantu Menyembuhkan Penyakit DBD. Lebih Baik Mengkonsumsi Banyak Air Putih

3. Fogging Bukan Cara Terbaik Untuk Mencegah Penyebaran nyamuk Aedes Aegypti

4. Setiap Orang Hanya Terkena DBD 1x Seumur Hidup. Faktanya Seseorang dapat Terkena DBD Hingga 4x


Upaya Pencegahan Penyebaran Deman Berdarah :


1. Menguras, Menutup dan Mengubur Barang Bekas ( 3M )

Upaya pemberantasan nyamuk dengan 3M tentunya sudah sejak lama di sosialisasikan oleh pemerintah. Nyamuk akan bertelur setiap harinya sebanyak 3x dan akan menetas 2 hari setelah telur menyentuh air. 

Oleh karenanya, upaya yang dapat dilakukan dengan menguras  dan  menutup tempat - tempat penampungan air, serta mengubur barang barang bekas yang dapat menjadi tempat perkembang biakan dari nyamuk Aedes Aegypti .

Selain itu, gerakan 1 rumah 1 juru pemantau jentik (Jumantik) untuk mengontrol perkembangan jentik nyamuk.

2. Menghindari Kebiasaan Menggantung Pakaian di Dalam Rumah

3. Memelihara Ikan Pemangsa Jentik Nyamuk

4. Penggunaan bubuk Abate 






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyebaran DBD Meningkat Drastis. KEMENKES : SIAGA DBD !!"

Post a Comment